Minggu, 19 April 2015

Because A Ball

Hi readerss.. Gimana ff because a ball ini ? Sorry Minhyuknya memang agak gimana gitu . Hehe, Oh ya buat Jonghyun aku sembunyiin dulu ya. Dia belum boleh nongol :D thanks buat yang udah baca :)




Author : Luthfia Zahra Larosa
Genre : Comedy
Cast : Kang Minhyuk
          Jung Yonghwa
           Lee Jonghyun
           Lee Jungshin


"MINHYUKK!!!!!"


Author prov

-Minhyuk side

Matahari sudah mulai terbit dan sinarnya menembus jendela kamar Minhyuk. Minhyuk terbangun dari tidurnya. "Huaamm!"

Minhyuk melirik ke sampingnya dan menemukan makanan sarapan yang super mewah. "Aigooo, makanan. Daebak! Ada udang, kerang, ayam panggang, dan..waaaa kepiting!", ujar Minhyuk girang. Minhyuk senang sekali karena sudah menemukan apa yang ia cari sejak tadi malam. 

"Arraseo. Aku akan memakan semuanya! Selamat makan!", ujar Minhyuk kembali. Dengan lahap Minhyuk menghabiskan seluruh makanan itu. 


-Yonghwa and Jungshin side

"Hyung! Bangun..", ujar Jungshin kepada Yonghwa. Yonghwa tidak bergeming dari tidurnya. "Ah, hyung!". Lama-kelamaan Jungshin lelah karena sudah berusaha membangunkan Yonghwa, akan tetapi Yonghwa masih tertidur.

PLAKK!

Jungshin menampar Yonghwa.

"YAKK! JUNGSHIN!", teriak Yonghwa. Jungshin hanya cengar-cengir. 
"Hyung tidak boleh marah padaku, karena yang mengajarkan 'teknik menampar untuk membangunkan orang' adalah hyung !"
Yonghwa menggelengkan kepalanya pasrah.
"Jadi bagaimana kita akan keluar dari tempat i ini?", tanya Jungshin lemas.
"Handhphone!", teriak Yonghwa tiba-tiba yang membuat telinga Jungshin semakin terasa sakit. "Hyung! Pelankan suaramu"

Yonghwa merogoh saku Jungshin dan mengambil handphonenya. "Kita akan menelefon manager bahwa kita tersesat", ujar Yonghwa. Yonghwa mulai mengetik beberapa angka di handhphone milik Jungshin. 

"Geunde, hyung. Kenapa kamu menggunakan handhphoneku?", tanya Jungshin.
"Aku tidak mau pulsaku habis cuma karena kejadian konyol ini!", jawab Yonghwa. Jungshin membelalakkan matanya.
"Yak, hyung aku juga tidak mau ! Shireo!". Jungshin berusaha merebut handhphone miliknya dari genggaman Yonghwa. Namun sebelum Jungshin berhasil mendapatkan handhphonenya kembali, manager mereka sudah mengangkat telefon. 

"Yeoboseo?". "N..ne sanjangnim", ujar Yonghwa gugup. 
"Waeyo? Kalian belum pulang ke dorm kan?", tanya manager mereka. 
"N..ne.. Kami tersesat. Geunde, ini semua karena Minhyuk yang membuat kami berdua tersesat", jelas Yonghwa panjang lebar.

Sang manajer menghembuskan nafasnya. Ia sudah tahu, pasti bakal begini kejadiannya. "Baiklah aku akan mengirim orang untuk menjemput kalian. Aku juga akan ikut. Nyalakan hpnya selalu. Kami akan mencari keberadaan kalian melalui GPS", perintah sang manager. 
"Algeissumnida sanjangnim", jawab Yonghwa dan Jungshin bersamaan.

=Beberapa jam kemudian=

TIT! TIT! 

Terdengar suara klakson mobil. Yonghwa dan Jungshin langsung menghadap ke belakang dan melihat beberapa mobil di belakang mobil mereka. Sang manager dan beberapa stafnyapun turun dari mobil dan menjumpai Yonghwa dan Jungshin yang terperangkap di dalam mobil.

"Sanjangnim! Kami terkunci! Kami tidak bisa keluar", ujar Jungshin memelas. Sang manager hanya tertawa pelan. Saat ini mereka bisa mendengar suara satu sama lain karena 'untung saja' Minhyuk membuka sedikit jendelanya sebelum ia keluar dari mobil.

"Mwoya? Mengapa bisa?", tanya sang manager.
"Sepertinya Minhyuk mengunci kami disini"
"Jinjja? Minhyuk eodieyo?"
"Jwoseohabnida . Kami tidak tau kemana Minhyuk pergi"

Salah satu staf manager sepertinya tahu dimana Minhyuk sedang berada sekarang. "Chogiyo. Di depan mobil kita ada sebuah hotel. Mungkin saja Minhyuk sedang berada disana", ujarnya memberitahu.

Sang manager mengerutan keningnya, lalu mengangguk pelan. "Sepertinya.. Yasudah kajja kita lihat apakah Minhyuk ada disana atau tidak"

"Yakk, sanjangnim! Bagaimana dengan kami?", teriak Jungshin dari dalam mobil sambil memegang kaca dengan kedua tangannya. Sang managerpun tertawa cekikikan. "Mian, saya lupa! Kamu, ambilkan kunci duplikat mobil mereka". "Algeissumnida sanjangnim"

Akhirnya Yonghwa dan Jungshin terbebas dari sangkarnya. Mereka bersorak riang gembira saat keluar dari mobil. "Gamsahabnida sanjangnim! Gamsahabnida!", teriak Yonghwa sembari menggandeng lengan sang manager saking senangnya. Sang managerpun hanya menanggapinya dengan senyuman.

Tak lama kemudian, Yonghwa dan Jungshin langsung berlari tanpa pamit. Sang manager dan para staf terkejut. "Sanjangnim, apa yang mereka lakukan? Eodi mereka akan pergi?", tanya salah seorang staf.

"Gwenchasubnida. Kita akan mengikuti mereka. Saya rasa mereka segera berlari menuju hotel"

Para stafpun mengangguk dan melaksanakan perintah sang manager untuk mengikuti Yonghwa dan Jungshin menuju hotel, dimana tempat Minhyuk berada.


Yonghwa Prov

"hhah..hhahh.. A..khirnya", ujarku terengah-engah. Kami berlarian dari jarak yang tidak cukup dekat juga. Aku menatap Jungshin dan mengajaknya masuk ke dalam hotel.

Saat ini aku sedang berada di lobi hotel. Wah, hotelnya benar-benar megah", ujarku kagum.
Aku tidak ingin membuang-buang waktu. Aku segera menjumpai seorang pelayan yang berada di lobi hotel. "Chogiyo. Bisakah kami bertanya?", tanyaku padanya. 

"Chankkamman". Pelayan itu membuka buku daftar pasien rumah sakit jiwa. Aniyo. Maksudku daftar tamu yang menginap di hotel ini. Tetap saja menurutku Minhyuk lebih cocok berada di rumah sakit jiwa. 

"Nugu?"
"Minhyuk. Kang Minhyuk. Sepertinya dia baru saja menginap tadi malam", tukasku.
Pelayan itu mengangguk dan mencari nama Minhyuk. Aku berharap nama Minhyuk ditemukan di daftar itu, daripada ditemukan di hutan dalam keadaan tewas. Aish! Andwe! Maldo andwe!

"Ah, ye. Isseoyo. Kang Minhyuk"
Aku tersenyum senang dan beralih menatap Jungshin yang sudah cengar-cengir padaku. Kenapa sih dia?
"Eodisseoyo?", tanyaku kembali.
"Dia berada diruang VVIP, kamar nomor 122. Letaknya berada di lantai 7"
MWO?! "Anda tidak salah kan? Kamar VVIP?"
"Animmida. Nama Kang Minhyuk memang terdaftar di daftar tamu VVIP", jawab pelayan itu santai. 

Jungshin menatapku. "Hyung. Mu..Mungkin kita salah orang kali ya? Nama Kang Minhyuk kan banyak hyung. Tidak mungkin.. Minhyuk gelandangan itu bisa masuk ke ruang VVIP. Itu sangat mahal kan, hyung".

Aku tidak merespon apa yang sudah Jungshin katakan padaku. Yak! Kalau itu memang benar, berarti dia sudah tidur dan makan enak semalaman ini kan?!

Kang Minhyuk!!


Author PROV

Yonghwa dan Jungshin masih berada di dalam lobi. Mereka ragu apakah yang sudah mereka dapatkan ini Kang Minhyuk yang sebenarnya atau tidak. 

Tak lama kemudian sang manager dan para stafnya sampai di hotel. "Yonghwa, Jungshin! Apa yang kalian lakukan disitu? Apakah Minhyuk sudah ditemukan?", tanya sang manager.

"Kang Minhyuk yang kami temukan adalah Kang Minhyuk tamu VVIP di kamar 122 lantai 7", ujar Yonghwa pelan. 

"Kamar VVIP? Kalian gak salah?", tanya sang manager tak percaya. 
"Anieyo! Kami sudah menanyakan kepada pelayan itu tapi dia bilang yang ada mendaftar tadi malam adalah tamu VVIP", jawab Jungshin.

"Arraseo. Yasudah mari kita lihat saja dulu. Siapa tau itu memang Kang Minhyuk", ujar sang manager bijak. 

Akhirnya Yonghwa, Jungshin dan manager bersama beberapa stafnya itu mencari lift yang letaknya cukup jauh dari lobi, dikarenakan hotelnya yang sangat luas.

TING! 

Pintu lift terbuka. Mereka masuk kedalam lift bersamaan.

"Yonghwa, lantai berapa tadi?", tanya sang manager.

"Ye? Eh..A..anu.. a.. saya lupa sanjangnim", jawab Yonghwa setelah ia berusaha mengingat-ingat. 
"Jungshin? Bagaimana denganmu?", tanya sang manager kembali. Kali ini ditujukan untuk Jungshin.

"Ye? Eh.. Se..sebenarnya saya juga sudah lupa", jawab Jungshin. 

Sang manager terbelalak kaget. "Jadi bagaimana kita mau mencari Minhyuk?! Tidak mungkin kan kita berjalan lagi ke lobi yang letaknya jauh itu hanya untuk bertanya hal ini?", ujar sang manager frustasi. "Yasudah tidak apa-apa. Kalian ingat-ingat saja kembali. Sementara itu kita tetap berada di lift saja agar salah seorang dari kita tidak ada yang hilang", jelas sang manager. Dan yang lainpun otomatis langsung menyetujui saja.

Jungshin PROV

Lift bergerak menuju lantai 3. Setelah pintu lift terbuka, seorang karyawan di hotel tersebut masuk. Fiuh.. Aku sangat lega karena tidak akan berdesak-desakan di lift. Ini saja sudah sedikit banyak, karena adanya beberapa orang staf yang dibawa oleh manager. 

Lift bergerak menuju lantai 8 . Omo.. Ada sepasang suami istri yang masuk. Mereka membawa beberapa tas dan koper. Duh, ini membuat sempit saja!

Lift bergerak menuju lantai 11. Mwoya! Ada seorang karyawan dari hotel itu juga masuk sambil membawa peralatan pel yang lumayan besar itu. Sial!

Lift bergerak menuju lantai 14. YAKKK! Ada seorang ahjussi masuk ke dalam lift sambil menggendong seekor anjing miliknya. Sepertinya anjing itu anjing mahal. Bahkan matanya saja tertutup dengan beberapa helai bulunya yang lebat itu. Haha! Kasian deh, lho!!

Lift bergerak menuju lantai 17. SIALL! Ada sebuah keluarga yang masuk ke dalam lift dengan beberapa orang anaknya. Ini sudah penuh namanya! Aku terhimpit di ujung lift sekarang. 

Aku melirik ke Yong hyung. Bwahahahahahahhaahha! Dia sudah terjepit di ujung sana noh. Wajahnya sampai menempel pada dinding lift! Gyahahahahahahaha!

Eitss. Aku ini langsing yah! Jadi bisa nyelip dimana saja, kapan saja.

Lift bergerak kembali menuju lantai 18. ANDWE! Sekarang masuk dua orang halmoeni dengan membawa ice cram di tangannya. Halmoeni itu berdiri tepat di samping Yong hyung. Hahahaha! Aku lihat wajah Yong hyung yang sedang berusaha menghindari ice cream halmoeni itu yang sudah tepat berada di depan wajahnya.

YAKK! Posisiku terancam! Aku mulai sesak sekarang! Andwee! 

"Tujuh! Jeball tolong tekan lantai tujuh"

Aku mendengar Yong hyung mengatakan itu tadi. Hiks, aku terharu disaat aku membutuhkan pertolongan Yong hyung datang seperti malaikat yang menolongku! Yong hyung hafal nomor lantai nya! 

Sejujurnya aku berfikir Yong hyung yang sedang membutuhkan pertolongan sekarang. Yong hyung terlihat menyedihkan. Di himpit oleh ahjumma yang sedang membawa seekor anjing berbulunya itu dan salah seorang halmoeni yang memegangi ice creamnya tepat di depan wajah Yong hyung.

Sekarang Lift bergerak menuju lantai tujuh. Hhhh.. Sepertinya aku akan selamat dari tempat penyiksaan ini!


Author PROV

TING!

Lift terbuka di lantai tujuh. Sang manager dan beberapa stafnya, berhamburan keluar dari dalam lift. Lalu disusul oleh Yonghwa dan Jungshin yang sudah tidak berdaya.

"Kamar nomor 122. Oke, kajja", ajak sang manager.

Dengan wajah yang kusam, Yonghwa dan Jungshin mulai mencari kamar dimana Minhyuk berada. 

Dan tak perlu jauh-jauh, mereka sudah menemukan kamarnya. "Chaa! Kita dapat!", ujar sang manager puas.

Karena sudah tidak sabar lagi, Yonghwa langsung memencet tombol bel nya cepat-cepat.

TING-TONG-TING-TONG-TING-TONG-TING-TONG-TING-TONG

"Yakk! Hyung, bagaimana kalau dia bukan Minhyuk yang kita cari? Kan tidak enak sama orangnya", ujar Jungshin.

"Molla", jawab Yonghwa acuh.

KREKK!

Pintunya terbuka!

Dan... Seseorang muncul di balik pintu .





"Sanjangnim! Hyung! Jungshin-a!", ujar Minhyuk girang.

Namun respon sang manager, Yonghwa dan Jungshin hanya datar. Minhyukpun malah bingung melihat mereka semua. "Waeyo?", tanya Minhyuk.

"Kau......", geram Yonghwa kesal. 

Sang manager langsung mengalihkan  perhatiannya. "Anieyo. Minhyuk! Bagaimana kamu akan membayar biaya hotel ini?!", tanya sang manager. "Oh, aku ada bawa kartu kredit!", jawab Minhyuk bangga. Sang manager, Yonghwa dan Jungshin bertatapan.

"Kartu Kredit?" 
"Bukankah kamu tidak punya kartu kredit?"
"Memang tidak", jawab Minhyuk terus terang.
"Lalu. . .?"
"Chankamman..". Yonghwa merogoh sakunya. "Dimana dompetku?"
Yonghwa merebut kartu kredit yang di pegang oleh Minhyuk. "YAKK! NO! KANG MINHYUKK! INI KARTU KREDITKU!", teriak Yonghwa terkejut. 

"Hehe, mian, hyung! Aku sama sekali tidak membawa uang semalam. Geunde, aku belum menggunakan uangnya kok", ujar Minhyuk menenangkan.

"Baiklah. Aku yang akan membayar biaya hotelnya", tukas sang manager tiba-tiba.
Yonghwa, Jungshin dan Minhyuk menatap tak percaya pada sang manager.

"Sanjangnim...."

"Gwenchanha.. Ini tidak seberapa. Toh, lagian Minhyuk hanya menginap sehari"

"Sanjangnim! Gamsahabnida!", ujar Minhyuk sambil membungkuk berterima kasih. 


=At Hotel Lobby=

"Cha, kalian boleh duluan kembali ke mobil. Aku akan mengurus biaya Minhyuk terlebih dahulu. Aku akan menyusul kalian sebentar lagi", ujar sang manager. 

"Algeissumnida sanjangnim! Kami akan kembali duluan!", jawab Yonghwa, mewakili Minhyuk dan Jungshin.

"Chogiyo. Saya ingin membayar kamar VVIP nomor 122"
"Ah, ye. Kamar 122... Total biayanya 80000 won", ujar si pelayan.
"MWO?! Ani.. Kenapa bisa semahal itu? Bukankah jadwal menginapnya hanya satu malam?", tanya sang manager. "Ne. Biaya untuk ruang VVIP dengan fasilitas mewah dilengkapi dengan dua a/c sudah 40000 won. Lalu sisanya ditambah dengan biaya makan dengan porsi yang cukup banyak, dan juga..." "Geumanhae!", ujar sang manager sebelum si pelayan selesai membacakan daftar total harganya.

Sang manager sudah pusing sekali. Ia harus menghabiskan 80000 won hanya untuk Minhyuk. Dan ia tidak mendapatkan keuntungan apapun. Shit..

Selesai membayar semua itu, sang manager beserta stafnyapun meninggalkan lobby dan menuju area parkir.


          
















Sabtu, 18 April 2015

Because A Ball

Annyeong! Ini yang part 2 nya yaa! Semoga kalian suka ! Gomawo yang sudah membaca :)


Author : Luthfiah Zahra Larosa
Genre : Comedy
Cast    : Kang Minhyuk
             Jung Yonghwa
             Lee Jonghyun
             Lee Jungshin



"Hana.. Dul.. Ss.."



"DIA..!"



Semua orang yang sedang berada di situpun melihat kearah orang yang sedang ditunjuk. Bahkan burung-burung yang sedang melewati merekapun terjatuh dan masuk ke dalam sungai. -_-
Dan yang ditunjuk, sama sekali tidak merasa bahwa ia melakukan sebuah kesalahan . . .


Minhyuk Prov

Duh, dasar ahjumma-ahjumma ini! Ah, ottokkhe! Mwo? Dalam hitungan ketiga? Yakk! Aku tidak mau mati! Aku.. Aku tidak boleh sampai ketahuan. Tidak bisakah mereka berhenti berhitung dan tidak melakukan aksi konyol ini?!

"Ss.." "DIA..!",ujarku lantang dengan mata tertutup. Aku hanya asal menunjuk. Aku membuka mataku perlahan-lahan dan melihat jariku menunjuk ke arah ahjumma yang sedang memegang sebuah panci. DAMN! Nan Pabo! Paboya!
Akhirnya diam-diam dan pelan-pelan aku aku memiringkan jariku ke arah . . . . . orang yang tepat berada disampingku saat ini. JONGHYUN hyung!

Oh, Jong hyung! Mianhae! Aku tidak memiliki pilihan lain selain menunjuk dirimu! Kau adalah seorang ibu peri penyelamat! *ibu peri?!@*!?

Author Prov

Perlahan-lahan jari Minhyuk bergeser ke arah Jonghyun. Jonghyun yang melihat jari Minhyuk menunjuk ke arah dirinya terkejut. "YAKK! Bukan aku yang melakukannya! Demi tuhannn!", ujar Jonghyun sembrono agar orang yang melihat ini mempercayainya. Para eomma itu pun sudah tidak sabar lagi menghadapi tingkah Minhyuk dan Jonghyun. Mereka mulai bersiap-siap menyerang Minhyuk dan Jonghyun, namun lagi-lagi Minhyuk mengalihkan perhatian.

"SUDAH KUBILANG JONG Hyung! Jong hyung yang melakukannya! Pelaku yang bersalah mana mau mengaku! Mereka akan selalu mengelak jika ditanya! Jeball.. Aku masih belum mau meninggalkan dunia! Nanti siapa dong yang bisa gantiin gelar aku di CNBLUE sebagai member yang lovely dan cute?! Gak ada!", teriak Minhyuk gak jelas.

Para eommapun tidak menyerang dan hanya menarik Jonghyun lalu menyeret pergi. Jonghyun yang 'sebenarnya' tidak bersalah itu menghadap ke belakang dan meronta-ronta meminta dilepaskan. Disisi lain, Minhyuk sangat lega karena dirinya tidak tertangkap atas perbuatannya. "TOLONG! HELP ME! HELP ME!", teriak Jonghyun keras-keras. Sayang sekali, saat ini matahari sudah mulai terbenam dan para pengunjung sudah pulang. Jonghyunpun hanya pasrah dengan digiring para ahjumma + anak-anaknya -_- 

-Jonghyun side

Jonghyun dimasukkan sebuah mobil yang cukup luas dan dibawa ke suatu tempat. Jonghyun menghembuskan nafasnya kuat-kuat. Sambil menunggu perjalanan yang tidak diketahui arah tujuannya oleh Jonghyun, Jonghyunpun mulai mengingat-ngingat apa yang sudah ia lakukan tadi sore.

"Aku rasa aku hanya tertidur lama tadi dengan Jungshin disampingku yang sedang mendengarkan lagu", ujar Jonghyun mengingat-ingat. "OMO! Andwe! Jangan-jangan aku tadi ngigau dan.. dan keluar mobil sendirian?! Kalau aku keluar dari dalam mobil, kenapa Jungshin gak sadar ya?", ujar Jonghyun sambil membayangkan dirinya yang sedang mengigau ala zombie. 

Tidak lama kemudian mobil yang Jonghyun tumpangi berhenti. Jonghyunpun langsung membuyarkan segala imajinasi konyolnya itu. "Chogiyo ahjum..", belum selesai Jonghyun meneruskan kata-katanya, ahjumma itu langsung menatapnya sangar. Karena sedari tadi Jonghyun menghayal hal-hal yang berbau zombie, Jonghyunpun berfikir bahwa ahjumma tersebut zombie, sebenarnya tidak. Jonghyun terlonjak kaget dan kepalanya terantuk langit-langit mobil.

"Argghh! Aish.. Jinjja!", ujar Jonghyun kesakitan. Ahjumma itupun hanya tertawa melihat tingkah konyol Jonghyun. "Wae?", tanya ahjumma tersebut. Ahjumma tersebut hanya berpura-pura judes agar Jonghyun ketakutan dan melakukan aksi konyolnya lagi.

"A.. Aniyo"
"Aku rasa kau ingin bertanya tadi. Tanyakan saja"
"A..Anu.. Ke..keuge.. "
"MWOYA!", teriak ahjumma itu

Jonghyun yang terkejutpun terloncat kembali dari tempat duduknya dan lagi-lagi kepalanya terantuk mengenai langit-langit mobil. Sedangkan ahjumma tersebut tertawa terbahak-bahak. 

"Arghh.. Yak, ahjumma geumanhe -_- ", ujar Jonghyun malu karena ditertawakan. Ahjumma tersebut langsung mendapatkan ide untuk mengerjai Jonghyun lagi. 

"Mwo? Ini mobil saya kenapa kamu melarang saya tertawa huh ?", tanyanya tegas.
"Ne? A..aniyo. Aku hanya malu ditertawakan oleh orang lain. Ma..maksudku ahjumma", jawab Jonghyun gelagapan.

Kata-kata 'malu' yang Jonghyun ucapkan itu malah membuat sang ahjumma tersanjung. 
"Aigoo.. Hey anak muda! Kamu malu sama ahjumma karena ahjumma terlihat masih cantik dan seperti gadis yang menertawakanmu? Ckck, ahjumma tau memang semua orang tersipu melihat tawa ahjumma", ujarnya panjang lebar.

Jonghyun melebarkan matanya menatap ahjumma itu. "Terlihat muda apanya?! Omo. . . Giginya saja ada yang ompong, mana mukanya kusut gak disetrika sama suaminya apa? Udah gitu baunya kaya terasi basi! Benar-benar mirip sasaeng fans nih orang! Pakai nyulik aku lagi. Sadar dong udah tua udah punya suami dan anak masih aja ngefans sama aku. Cih, stres nih orang", omel Jonghyun dalam hati. 

Sepertinya perjalanan akan panjang. Jonghyun menyandarkan dirinya dikursi dan tidak lama kemudian tertidur lelap. Biasanya Jonghyun akan tidur sambil mendengarkan lagu. Namun hpnya habis baterai, tidak sempat Jonghyun cas karena di perebutkan oleh para ahjumma tadi.

-Minhyuk side

Matahari sudah mulai terbenam dan Minhyuk bahkan tidak tahu arah jalan pulang. Sedangkan Yonghwa dan Jungshin masih pingsan tak sadarkan diri. Minhyuk berpikir keras bagaimana caranya sambil mengangkat Jungshin ke atas mobil. Karena Minhyuk tidak sanggup mengangkat badan Jungshin, Minhyuk meletakkan Jungshin di samping tempat pengemudi dengan kepala di bawah dan kaki di atas. *gila nih anak xD

Selesai mengangkat Jungshin, Minhyukpun mendapatkan ide cemerlangnya lagi. Sebenarnya ide cemerlang inilah yang membuat nasib member CNBLUE jadi menyedihkan -__-

"Ah, kenapa gak aku coba saja? Tapi kalau tersesat aku mungkin akan disalahkan. Aish.. Andwe! Jangan sampai. Chakka... Bukankah Yong hyung pernah bilang padaku 'apa salahnya mencoba?'  Arraseo! Aku akan mengatakan kepada Jungshin dan manager kalau Yong hyung telah memberikanku kata-kata yang menyebabkan aku mencoba hingga tersesat. Baiklah, aku akan menyetir! Kajja..", ujar Minhyuk panjang lebar. Sepertinya idenya kali ini tidak begitu buruk. Bahkan kata-kata bijak yang di beritahu oleh Yonghwa hanya diingatnya pada saat dirinya membutuhkan tumbal saja. 

Jika saja Yonghwa dan Jungshin masih dalam keadaan sadar sekarang ini, mereka tidak akan pernah sudi dunia akhirat untuk menumpang kendaraan yang dibawa oleh Minhyuk. Mereka akan sakit jantung dan stroke hanya karena kendaraan yang dibawa oleh Minhyuk melenceng ke arah yang salah. Namun yang tidak menjadi permasalahannya adalah keselamatannya. Meski Minhyuk membawa dengan kecepatan yang tidak beraturan, mereka tetap akan kembali dengan selamat. *backsound -Love is the Moment xD plakk!

Minhyuk Prov

Hmm.. Bagaimana cara mengendarainya ya? Aku sudah lupa. Ah, kuncinya! 

BRUMM..

"Oh, udah nyala! Daebak!" Aku langsung menginjak pedal gasnya kencang-kencang. "OMO! Mobilnya berjalan kencang sekali! Waaa. "

Jalanan sudah gelap. Aku tidak tahu arah menuju dorm kami kemana. Yahh, terpaksa aku akan memakai alasan Yong hyung karena sudah tersesat! 
Aku menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tapi.. Ternyata didepanku sudah ada beberapa helai baju jemuran. Ani, maksudku banyak sekali tali-tali jemuran beserta bajunya yang menggantung. "Aishh.. Arraseo. Aku akan ngebut! Chakka.."
Aku memasangkan sabuk pengaman kepada Yong hyung yang sedang pingsan dibelakang tempat dudukku. Setelah itu aku beralih ke Jungshin yang berada di sampingku. OMO OMO! Aku tidak dapat memasangkan sabuk pengaman padanya karena badan dan kepalanya berada di bawah. Kakinya saja yang di atas. 

"Gwenchanha Jungshin-a. Aku akan tetap memasangkan sabuk pengaman ini. Tapi di kakimu. Daripada tidak sama sekali. Iya kan?", ujarku kepada Jungshin. Huh, dia bahkan tidak meresponku. Gwenchanha, lagian aku sedikit takut padanya karena aku sudah mengetahui bahwa Jungshin itu sebenarnya manusia jadi-jadian.

"Arraseo. Sudah siap. Kajja! Kita lanjutkan perjalanan", seruku sendirian.

Aku mengemudikan mobil hingga sampai ketempat yang jauh dari taman tadi. Setelah mengemudi cukup lama, Akhirnya aku sampai di depan sebuah hotel. Ini sudah sudah sangat larut. Tidak mungkin kan aku melanjutkan perjalanan ? 

Chankamman... Daripada aku tidur disini, kenapa aku tidak tidur di hotel itu aja, ya? Haha! Ide yang bagus! Aku melihat ke arah samping. Omo, bagaimana dengan Jungshin dan Yong hyung? 

Gwenchanha, aku akan mengunci pintunya agar tidak ada yang menculik mereka. Akan tetapi setelah aku pikir-pikir, penculiknya bakal langsung ogah setelah melihat Jungshin dan Yong hyung. 

Aku segera merogoh sakuku. OMOOO! Aku tidak membawa dompetku. Ah, sial. Tidak ada cara lain. Aku tidak mau mati menggenaskan dengan tidur di mobil ini dengan dua orang pria aneh. Yang satu lagi malahan bisa dipastikan bahwa Jungshin adalah manusia jadi-jadian. 

Baiklah, mianhae Yong hyung! Kamu jadi korban hari ini :p


Author prov

Minhyuk melepaskan sabuk pengamannya dan menuju ke belakang kursinya. Minhyukpun merogoh saku celana Yonghwa dan. . . dapat! Dirinya berhasil meraih dompet Yonghwa. Minhyukpun tersenyum jail dan membuka isi dompetnya. 

KARTU KREDIT. Hanya itu yang ia temukan. Minhyuk langsung membuang dompetnya sembarangan dan ternyata dompet itu tepat mengenai wajah Junghsin. 

Setelah mengambil kartu kredit Yonghwa, Minhyuk membuka sedikit kaca jendela, lalu keluar dari mobil dan mengunci mobilnya. "Chaa.. Aku akan tidur di hotel malam ini! Pasti sangat menyenangkan!", ujar Minhyuk girang. 

~Hotel

"Annyeong haseyo. Chogiyo, bisakah aku memesan sebuah kamar?", tanya Minhyuk. Penjaga hotel itupun mengangguk dan memberikan tawaran lain dari hotel tersebut. "Kami memiliki kamar khusus VVIP dan fasilitas yang mewah. Hotel kami memberikan diskon 10% hanya untuk minggu ini. Apakah anda mau memesannya?". Minhyuk mengeluarkan kartu kredit milik Yonghwa. "Tentu saja! Aku memiliki kartu kredit kakekku", ujar Minhyuk bangga. "Baiklah, ini kunci kamarnya. Kamarnya ada di lantai 7 dan liftnya ada disebelah sana. Semoga nyaman", jawab pelayan tersebut ramah. Sebenarnya pelayan tersebut heran melihat Minhyuk yang datang dengan baju sederhana dan tidak membawa koper atau barang bawaan lainnya. 







Minhyuk memasuki lift dan tersenyum senang sambil membayangkan dirinya akan makan banyak di hotel itu. 

TINGG!

"Ah, sudah sampai ternyata", ujar Minyuk. Minhyuk segera mencari-cari kamarnya. "Nomor 1222. Omo, ini seperti angka keramat bagiku!"

Setelah mendapatkan letak kamarnya, Minhyuk langsung masuk dan sangat takjub melihat interior yang mewah. Tidak seperti kamarnya di dorm yang selalu terlihat berantakan. Bahkan Minhyuk tak segan-segan mengotori kamar member CNBLUE yang lain.

Minhyukpun menutup pintu kamar dan meloncat ke atas kasur saking senangnya. Tak lama kemudian dirinya menguap dan Minhyukpun memejamkan matanya.


Yonghwa PROV

Arghhh. Badanku rasanya akan remuk. Aku membuka mataku perlahan-lahan. "Eodiga?", ujarku sambil mengucek mataku. Aku melihat ke sekelilingku. "Mwo?! Aku masih di mobil? Gelap sekali! Sudah jam berapa ini?"

Aku meraba-raba kursi mobil dan mendapatkan handhphoneku. "Omo! Sudah jam 3 malam! Nan eodisseo?'. Aku kebingungan sekarang. Lalu tidak sengaja aku melirik ke kursi depan yang berada di sebelah kananku. "Mwoya! Mengapa ada kaki di atas kursi?".

Aku sedikit takut sekarang. Perlahan-lahan aku melihat kedepan. "Ju..ju.ju..ju..ju.. ju .. Jungshin!!", aku berteriak histeris melihat Jungshin yang tidur dengan kaki di atas dan kepala di bawah. Akupun berinisiatif membangunkan Jungshin. Aku menggoyang-goyangkan kakinya. "Yak, Jungshin-a. Ireona palli". Tampaknya dia tidak bergeming sedikitpun. Cih, apa dia makan pil tidur secara overdosis tadi? 

Ah, dengan cara ini mungkin mempan. "Bersiaplah Jungshin. Ini hukuman karena kamu tidak mengecohkan hyungmu yang sudah membangunkanmu."

PLAKK!

"YAKKKKK!"


Author PROV

PLAKK! 

Yonghwa menampar pipi Jungshin.

"YAKKKKK!", teriak Jungshin kesakitan.

Ternyata aksi menampar Yonghwa membuahkan hasil. Jungshin terbangun dari pingsannya. "Aishh.. Jinjja appayo.. Omo", ujar Jungshin mengelus-elus pipinya. "Jungshin-a apa yang kau lakukan disitu huh?", tanya Yonghwa. Jungshinpun melihat ke arah Yonghwa dan melihat kakinya yang berada di atas kursi mobil.

"Mwo! Apa-apaan ini! Yakk, kenapa kepalaku berada di bawah!? Hyung berhenti mengerjaiku!", jawab Jungshin setelah ia sadar dengan posisi badannya yang berada di bawah. "Kamu menuduhku ya Jungshin?! Mollayo! Aku bahkan pingsan dari tadi sore hingga sekarang. Saeng kurang ajar", ujar Yonghwa angkuh.

"N..ne? Aku juga pingsan hyung sejak tadi sore". "Hyung... "
"Mwo?", tanya Yonghwa
"Tarik aku"
"Maksudmu?"
"Yakk, aku tidak bisa duduk maupun berdiri jika begini terus!"
"Cih. Yasudah"
"Hyungg.. Jeball", ujar Jungshin sambil membuat aegyo.
"ARRASEO ARRASEO! Hentikan aegyomu yang menjijikkan itu!", ujar Yonghwa pasrah.
Jungshin hanya merengut mendengar pengakuan dari Yonghwa itu.

Yonghwa memegang tangan Jungshin erat-erat. "Cha! Hana.. Dul.. Set!"
Yonghwa mulai menarik tangan Jungshin. "Yakk! Hyung! Lihat-lihat dong..!! Duh! Yakk! Hidungku nyangkut nih!", teriak Jungshin. "Kamu pikir kamu ringan apa, huh? Beratmu seperti kerbau mati yang aku angkat waktu itu.. Arggh", jawab Yonghwa.

Jungshin membelalakkan matanya. "Hyung! Jangan samakan aku dengan kerbau! Setidaknya aku bisa bernyanyi". "Kau tidak bisa bernyanyi -_-", jawab Yonghwa. "Eh? Ma..Maksudku setidaknya aku bisa bermain gitar", ujar Jungshin kembali. 

Dan perjuangan mereka tidak sia-sia. Yonghwa berhasil menarik Jungshin yang 'katanya' seberat sapi itu. "Hyung. Kamu pingsan juga?", tanya Jungshin.
"Eum"
"Tadi sore?"
"Eum"
"Karena siapa? Minhyuk?"
"Eum"
"Yak, hyung. Tidak bisakah hyung menjawab pertanyaanku selain dengan kata 'eum' 'eum' terus?"
"Yakk! Kamu tahu tidak rasanya badanku benar-benar hancur gara-gara mengangkatmu tadi.", ujarnya terengah-engah.
"Apakah badanku aku sangat berat?", tanya Jungshin kembali
"Eum"

"Arghh. Oh ya, hyung. Hyung pingsan karena Minhyuk? Wae? Wae?", tanya Jungshin penasaran
"Molla. Sepertinya tadi Minhyuk sedang error. Buat-buat aksi petinju, eh waktu aku balik ke belakang tangannya ninju aku lagi. Habis ninju Minhyuk gak merasa bersalah. Dia bilang aku tidur di situ!", Ujar Yonghwa kesal. 

"Jinjjayo? Hahahahhaha! Hyung! Itu sangat memalukan!". Jungshinpun tertawa terbahak-bahak. "Mwo?! Yakk, geumanhe~ ", ujar Yonghwa. "Shireo! Kamu tau tidak hyung? Minhyuk yang jauh-jauh membawamu hingga ke mobil!", jelas Jungshin sambil masih tertawa. "Baguslah kalau begitu. Setidaknya anak itu bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan kepada hyungnya yang keren ini", ujar Yonghwa bangga.

"Ke..keren?! Yak, hyung. Kamu tidak penasaran bagaimana Minhyuk membawamu hingga ke mobil?"
"Memangnya kenapa?"
"Minhyuk MENYERETMU hyung!"
"MWO!!?"
"Bwhahahahhaha.. Saat hyung sampai, rambutmu dipenuhi dedaunan dan sampah-sampah yang menempel! Hingga sekarang buktinya masih ada, hyung! Hahahaha!", jelas Jungshin yang masih tertawa melihat ekspresi Yonghwa.

Yonghwa meraba-raba rambutnya dan menemukan daun yang sudah busuk, lalu ada juga beberapa ranting di rambutnya. 
Yonghwa menggeram. "MINHYUKKKK!", teriaknya keras. Jungshin menutup telinganya rapat dengan kedua tangannya. "Hyung! Kita sedang berada di dalam mobil kenapa hyung teriak keras-keras!", ujar Jungshin. 

Omo, tampaknya Yonghwa benar-benar kesal. "Ayuk kita cari Minhyuk dimana dia sekarang". "Malam-malam gini?". Yonghwa menganggukkan kepalanya. "Hyung aku tidak tau ini didaerah mana. Sebaiknya kita tidur saja." "Shireo! Yak kau harus ikut", paksa Yonghwa. 

"Aishh.. Arraseo. Jadi apa rencana hyung?"
Yonghwa mulai menyuruh Jungshin mendekatinya. "Wae?", tanya Jungshin ragu-ragu.
"Sini! Aku hanya akan membisikmu pabo! Kamu kira aku bakal cabutin uban di rambutmu apa!", ujar Yonghwa. Jungshinpun mendekati Yonghwa dan Yonghwa langsung membisikkan beberapa rencananya. Jungshin hanya mengangguk-angguk paham dengan apa yang dikatakan oleh Yonghwa.

"Bagaimana? Ready?", tanya Yonghwa
"Of course hyung!"
"Kajja kita keluar dari mobil. Ini akan menjadi petualangan kita dan kita bisa menjadi legenda", ujar Yonghwa cekikikan dan hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Jungshin.

Jungshin PROV

Aku mengangguk dan segera membuka pintu mobil. Eh, chankamman. Mobilnya tidak bisa dibuka! Yak, mwoya?! 

"Hyung! Ada masalah! Mobilnya tidak bisa dibuka", ujarku sambil terus berusaha membuka pintu. Yong hyung menatapku kaget. Lalu dirinya juga berusaha membuka pintu. "Hyung! Otthokke? Apa rencana kita gagal? Kita tidak bisa menjadi legendaris ya kan?". Aku khawatir sekali.

"Jungshin-a.. Jangan-jangan mobilnya dikunci dari luar", ujar Yong hyung pelan, namun aku masih dapat mendengar suaranya. Aishh otthokke!?  

"Lalu siapa yang membawa kunci mobilnya? Apakah Jonghyun?", tanya Yong hyung padaku. Aku menggelengkan kepala. "Aniyo. Tidak mungkin Jong hyung. Tadi sore dia tidur disampingku. Lalu aku tidak tahu hyung pergi kemana. Lagian Jong hyung tidak suka menyetir", jelasku panjang lebar. Aku dan Yong hyungpun saling berpandangan.

"Jungshin-a kamu tidak memegang kunci mobilnya?", tanya Yong hyung. Akupun terkejut. "A..aniyo! Jinjja aniyo! Jangan-jangan hyung tidak memegang kunci mobilnya juga?", tanyaku khawatir. 

Yong hyung menggelengkan kepalanya. Andwe!

"Ja..Jangan-jangan. . . ." Kami saling melototkan mata. "Hyung.."

"ANDWEEE!", hyung berteriak histeris. "Jangan bilang kalau..."



"MINHYUK-A!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"




bersambung.....
























Kamis, 16 April 2015

Because A Ball

Hai readerss! Jangan jadi pembaca gelap yahh! Aku butuh komentar kalian! Semoga suka :)





Author : Luthfia Zahra Larosa
Genre : Comedy
Cast : Kang Minhyuk
          Jung Yonghwa
          Lee Jonghyun
          Lee Jungshin


#TAMAN


"Yakkk! AWASSSS!", BRUKK! Remaja bernama Minhyuk itu terjatuh dari sepedanya. "Huaaa.. Hyung!", ujarnya sambil menangis. "Mwo? Mwoga?", jawab hyungnya yang bernama Yonghwa itu cuek. "Hyung..Gendong..", ujar Minhyuk lagi sambil mengeluarkan puppy eyesnya. "Yak! Kamu pikir kamu ringan apa? Berdiri aja sendiri!".


Belum sempat Yonghwa melangkahkan kakinya untuk pergi, Minhyuk menahannya dengan menarik celananya.

"Minhyuk! Aish apa yang kau lakukan?! Minggir sana"
"Ini balasan karena hyung tidak mau menggendongku", ujar minhyuk sambil menjulurkan lidahnya.
"Arraseo lepaskan tanganmu dulu Minhyuk! Aku tidak bisa berjalan kalau begini!"

Minhyuk tersenyum senang dan melepaskan tangannya. "Naiklah ke punggungku", ujar Yonghwa sambil berjongkok. Sementara Minhyuk tidak mendengar apa yang dikatakan oleh hyungnya dan asyik memperhatikan anak-anak kecil yang sedang lewat sambil bermain sepeda beroda empat.

"Hei! Aku ingin bermain dengan kalian! Hei tunggu!", teriak Minhyuk yang langsung mengejar mengikuti anak-anak bersepada tadi. Yonghwa hanya terdiam melihat tingkah Minhyuk yang selalu membuat masalah. Ia sudah lelah.
Namun, Yonghwa sedang beruntung hari ini. Minhyuk hanya bermain sebentar dengan anak-anak tadi dan kembali ketempat hyungnya berada. 


Minhyuk PROV-



Aku berlari secepat mungkin ke tempat tadi aku dan Yong hyung berada. Aku melihat hyung sedang berjongkok disamping sepedaku. Hyung terlihat mengantuk. "Hyung kau tidak sedang mengemis kan?", ujarku bingung.Tiba-tiba saja Yong hyung melotot ke arahku! Aish apa maunya?


"Hyung, kenapa kau melotot? Mian, aku benar-benar tidak membawa uang hari ini. Kalau hyung mau minta sama Jungshin aja!", ujarku tegas. Yong hyung langsung berdiri dan pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan padaku. Omoo, apa-apaan ini! "Hyungg! Chankamman!", teriakku dan segera mengejar Yong hyung.



Author Prov

Yonghwa benar-benar geram dengan Minhyuk. Yonghwa pun meninggalkan Minhyuk sendirian di taman.
Eishh, dasar Minhyuk. Dia tetap saja ngikutin Hyungnya pergi. Yonghwa hanya menghembuskan nafasnya pelan dan tidak mempedulikan Minhyuk yang mengekorinya.

Saat ini mereka berjalan berpasangan menuju mobil mereka untuk pulang ke dorm. Yonghwa tidak mempedulikan Minhyuk yang mengoceh tidak jelas disampingnya dan hanya melihat pemandangan sekitar.


"Hyung..! Lihat! Ada kucing hamil! Wah, pasti bahagia banget ya kalau anaknya lahir, hyung! Kapan ya aku bisa hamil?"
"Kamu mikiran wamil aja dulu baru hamil!", saran Yonghwa masih sambil melihat pemandangan sekitarnya. Minhyukpun mengangguk setuju.


"Hyung..! Lihat anak itu berantam! Pasti mereka kalau besar bisa jadi petinju. Seperti ini.." Minhyuk memperagakan aksi seperti para petinju. Namun ini versi kadaluwarsanya.

Yonghwa yang berada di depannya geram dengan ocehan Minhyuk yang tidak jelas dan membalikkan ke belakang, lalu......



BUKK!



Yonghwa terkena tinju Minhyuk! Minhyukpun tidak sadar dengan apa yang ia lakukan barusan dan malah berkomentar."Omo..omo..! Hyung! Kenapa tidur disini? Aduh, malu-maluin aja Hyung! Ireona..!", ujar Minhyuk histeris saat melihat Yonghwa yang jatuh di hadapannya.

Yonghwa hanya memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat dan tak lama kemudian pingsan.Tidak lama kemudian, masih di tempat kejadian perkara datanglah sekelompok anak-anak kecil yang baru saja selesai bermain bola berdiri mengerumuni Yonghwa.

Minhyukpun curiga kepada anak-anak itu, "Hey, adik kecil! Jangan bilang ke pak satpol ya! Hyung ini bukan gelandangan! Jangan sampai di tangkap juga ntar. Bentar lagi dia bangun kok!", jelas Minhyuk dengan wajah khawatir dan menunjukkan puppy eyesnya.

Anak-anak itupun tidak menggubris. Malah mulai berbisik-bisik dan tersenyum nakal. "Ahjussi! Shireo! Kami akan bilang ada gelandangan di taman!", ujar salah satu anak tersebut sambil menjulurkan lidahnya. Minhyuk terkejut. Apakah dia setua itu dan dipanggil Ahjussi?! Ataukah hanya kejailan anak-anak itu sehingga dia dipanggil ahjussi?!
Minhyuk langsung mendapatkan ide untuk membalas perbuatan anak-anak nakal itu.

"Andwe! Andwe! Kalau kalian kasih tau, nanti Hyung gak kembalikan bolanya!", jawab Minhyuk sambil merebut bola anak-anak itu. Karena bolanya direbut oleh Minhyuk, anak-anak itupun akhirnya menangis besar-besar.




Minhyuk merasa kepalanya akan pecah. Tidak tau harus bagaimana lagi, Minhyuk berniat kabur, namun dia baru mengingat Yongwa yang masih tergeletak di depannya. "Hyung! Aku akan menyelamatkanmu! Tidak ada cara lain", ujar Minhyuk yang merasa akan menjadi pahlawan. Ia pun mulai menggendong Yonghwa dan..


BRUKK!


Yonghwa terjatuh . . .



"Omo, mian Hyung! Beratmu berapa ton sih hyung?", tanya Minhyuk.Karena dia tidak sanggup menggendong Yonghwa, dengan ide cemerlang Minhyuk, ia memegang kaki Yonghwa dan menariknya. Jadi, kesimpulannya Minhyuk akan membawa Yonghwa namun tidak kuat untuk menggendong Yonghwa, akhirnya Minhyuk MENYERET Yonghwa sambil memegang kakinya. *emang stres!


Minhyuk PROV

Aduh, hyung makan apa aja sih? Batu Bata? Beton? Badannya terlalu berat ini mah. Chakka.. Jangan-jangan dia bukan manusia? Buaya yang menyerupai manusia?Bisa jadi!  Wah, kalau iya keren dong! Aku bisa pamer ke member EXO kalau aku punya hyung yang manusia jadi-jadian! Sayangnya dia enggak -_- huh!

Akupun sampai di depan mobil dan aku melirik ke bawah untuk mengecek Yong hyung yang kuseret. "OMO! HYUNG!", ujarku histeris. Rambutnya tertempel daun-daun dan.. Sungguh memalukan! Sejak kapan Yong hyung menaruh dedaunan kering nan busuk itu ke rambutnya?

Mendengar aku berteriak tadi, Jungshin langsung keluar dari mobil.

"Yakk, Kenapa lama sekali sampainya?! Tau gak bosan banget nunggu kalian berdua! Aku sama Jonghyun hyung sampa..i..i.. iahhhhhhhhhhhh!? Mworagueyo? Ada apa dengan Yong hyung? Ra..rambutnya!", omel Jungshin padaku sambil terkejut. Bola matanya hampir keluar saking melototnya Jungshin.
Cih, kenapa dia? Oh, jadi sekarang sok khawatir dengan Yong hyungku? :p

"Wae wae?! Cih, sekarang sok khawatir sama Yong hyung kan?", ujarku mengejek. Jungshin malah menatapku, lalu beralih menatap Yong Hyung.


..................

..........

.......

.....

....

...


BWAAHHAHAHAHAHAHAHAAHA!


Jungshin Prov

MWO? Khawatir? Gak salah?

"BWHAHAHAHAHAHAAAHA! Khawatir apaan?! Rasanya aku ngeliat orang kesetrum tau! Bwhahahahhahhaa! Omo, omo, gak tidak bisa berhenti ketawa aku gara-gara Yong hyung!". Aku tertawa keras-keras. Tuh, lihat! Wajah Minhyuk udah masam! *ohya kalian gak bisa lihat ekspresinya jadi bayangin aja wajah tukul xD

"Jungshin, mulutmu bau..",ujar Minhyuk pelan padaku. "YAKK!"


Author Prov

Sekumpulan anak-anak berlari ke arah ibunya masing-masing sambil menangis. "Eommaaaaa!! Huaaa". Ingus anak-anak itu mulai bertebaran dimana-mana *harus disensor nih adegan xD


Para eomma yang sedang menggosip langsung merentangkan tangannya untuk menyambut sang anak. Sayang sekali momen itu merugikan sang eomma karena ingus mereka langsung menempel di baju para eomma xD


"Omo, anakku.. Waeyo? Ada yang mengganggu kamu?", ujar salah satu eomma. "Anak saya juga nangis loh,", ujar salah seorang eomma yang lain. "Iya, kita lagi asyik gosip anak-anak ini mengganggu saja -_-", ujar eomma yang lain lagi. *banyak amat eommanya. Eomma 1 eomma 2 eomma 3 xD xD wkwk

"Hiks.. Tadi ada yang mengambil bola kami!", ujar salah seorang anak. "Oh ya?! Kurang ajar. Siapa itu? Bawa eomma kesana biar eomma marahin tuh orang!", ujar sang eomma. "Yang ngambil manusia kan nak?", ujar salah seorang eomma yang lain.

"Iya, tapi wajahnya mirip monyet!", jawab anak tersebut sambil masih menangis. Para eommapun berpandangan satu sama lain. "Omo, jangan-jangan dia manusia jadi-jadian! Mengerikan sekali!". "Saya ada bawa sebuah panci nih! Kalau dia macam-macam kita pukul saja pakai panci ini, gimana?", usul salah seorang eomma. Para eomma yang lain pun mengangguk setuju dan mulailah perjalanan para eomma dan anaknya mencari sang pelaku kriminal xD



Minhyuk prov

Akhirnya! Badanku sakit semua karena mengangkat Hyung ke dalam mobil. Sebenarnya tidak sebanding sih sama Jungshin. Aku hanya mengangkat kakinya doang. Jungshin yang mengangkat tubuhnya! Jungshin memang hebat! Aku bangga padamu chingu!

Ku lihat Jungshin yang sedang berolahraga di sampingku. "Jungshin! Kenapa olahraga sekarang?", tanyaku bingung. Memangnya ada olahraga senja? Yang aku tau sih olahraga pagi dan sore. Wah, Jungshin memang..betul-betul daebak! Penemu olahraga senja. Haruskah aku kasih tau ke Wikipedia?

Author prov

"Itu! Itu eomma!", teriak salah seorang anak sambil menunjuk ke arah Minhyuk & Jungshin. Para eomma pun segera mempercepat langkahnya menuju ke arah mereka.
"Hey You!", teriak salah seorang eomma. Jungshin mengernyitkan dahinya bingung dan mulai menyapa.
"Nugu..seyo? Gaul amat halmoeni", ujar Jungshin sambil membungkuk badannya sopan. "Ha..halmoeni? MWO!? Apa aku setua itu?! Yakk, kau manusia jadi-jadian!" and........


Bukk! ~@!?/=%$#"*^ .


Salah seorang eomma yang membawa panci memukul kepala Jungshin dan Jungshinpun jatuh cinta. Eh, maksudnya jatuh pingsan. *emangnya Jungshin mau nikah sama eomma-eomma yang dia anggap halmoeni? xD
Minhyuk yang masih berada di sampingnya menganga melihat Jungshin jatuh pingsan di sampingnya. "Ternyata bukan Yong Hyung! Ternyata..oh ternyata Jungshin yang merupakan manusia jadi-jadian!", ujar Minhyuk dalam hati

Eomma itu menghembuskan nafasnya keras-keras sehabis memukul Jungshin hingga pingsan. Minhyuk yang berada di depan eomma itu (disebelah Jungshin) mengangkat tangannya. "Emmonim, upilnya terlempar ke arah saya. Untung saja saya menghindar dari serangan eomma yang mematikan itu", jelas Minhyuk dan langsung mengelus-elus dadanya lega.Eomma itupun hanya merasakan MALU sekarang.

Para eomma yang lainnya mulai ribut karena tindakan salah seorang eomma yang menyerang dengan cara memalukan. Mereka pun langsung menggertak Minhyuk kembali.

"Kau.. Beritahu kami! Nugu yang membuat anak-anak kami menangis!? Palli!", teriak eomma-eomma tersebut. Minhyukpun menggigit bibirnya dan berdoa dalam hati agar ada malaikat atau makhluk abstral yang menolongnya, untuk saat ini. . .

Jonghyun PROV

HUAAAAHMM.. Duh ribut amat diluar! Ada apa sih? Aku segera bangkit dari tidurku dan keluar mobil. Aku lihat Minhyuk sedang menunduk dan mengigit bibirnya. Sepertinya ia sedang ketakutan. Lalu kulihat ke arah lain. OMO! Ada monster-monster yang lagi marah-marah. Saking kagetnya aku tersandung kakiku sendiri dan terjatuh dari dalam mobil.




BRUKK!





Duh, sakitnya. Aku membuka mataku dan melihat tepat didepanku ada seorang monster yang menunjukkan wajah garang. "WAAAA!" Aku pun bangkit dan mundur mendekat ke arah Minhyuk. Aku mengucek mataku dan setelah kulihat lagi.. Hanya terlihat para ibu-ibu yang sedang marah dan salah seorangnya memegang sebuah panci besar. Lalu ku lihat di samping kananku.. OMOO! Ada mayat! Akupun berjongkok dan mengangkat wajah mayat itu. Betapa terkejutnya diriku! Jantungku hampir saja keluar mendadak. Untungnya udah aku borgol tuh jantung -___-

"Ju..Ju..Ju..Ju.. Ju.. Ju.. Ju.. Ju.. Ju.. Ju.. siapa ya namanya?!Ju.. Jungshin!". Aku berteriak histeris melihat dongsaengku yang tergeletak tidak berdaya dan mendekapnya di pelukanku. "Jungshin! Bertahanlah!", ucapku histeris. Akupun bangkit dan meletakkan wajahnya kembali ke tanah.

"Beritahu kami sekarang atau mobil ini akan kami bakar!", teriak salah seorang eomma itu. Duh, apa yang terjadi? "Minhyuk-a! Ada apa ini?", tanyaku sambil berbisik.
"Kami hitung sampai 3 kalau kalian tidak memberi tahu kami, akan kami bakar mobil kalian!", teriak para Eomma. Apa ini woii?!


Author Prov

Keringat sudah bercucuran dari kepala Minhyuk. TAKUT.

Itulah yang Minhyuk dan Jonghyun rasakan saat ini, Jonghyun yang masih kebingungan berusaha mencari ide agar para eomma itu berhenti melakukan aksi gila ini. Gak mungkin kan Jonghyun kasih tanda tangan supaya mereka berhenti?!

Minhyuk ingin mengatakannya. Namun dirinya sangat takut dan tubuhnya seakan membeku. Bibirnya bergetar ingin mengatakan bahwa dialah pelakunya. Namun kerongkongannya terasa kering dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.


Para eomma sudah bersiap-siap menghitung dan akan membakar mobil mereka.


"KALIAN! Hana..", hitung salah seorang eomma.



"Ahjumma chankanmman ne?", ujar Jonghyun memelas.



"Dul..!", lanjut salah seorang anak disitu.
"Yakk! Kau anak nakal", geram Jonghyun sambil masih gemetar ketakutan.





"Ss.."







"DIA!"








bersambung...
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com